13 Bab Nasihat yang Baik (Bagian 2)

This post is also available in: English, Italian, Spanish, Bahasa Melayu, Portuguese (Brazil), Turkish, Urdu

Suhbah Harian Maulana Syeikh Nazim

13 Bab Nasihat yang Baik

(Bagian 2)

22 April 2011

A’uzubillahi Minassyaithan nir rajiim

Bismillahir Rahmaanir Rahiim

Assalamu’alaikum wr wb

(Bab ini merupakan potongan singkat dari nasihat yang penting, sebagaimana yang diberikan Maulana kepada para tamu, agar kita dapat menjalani kehidupan yang aman dan diberkati. Bagian kedua ini akan membahas 9 Bab di bawah ini.)

Bab 5 – Santuni Orang Miskin


  • Orang miskin adalah manusia lemah. Beri mereka kesempatan untuk berkembang didalam hidupnya – bantu mereka. Sebagian besar pemerintahan mengabaikan mereka sejak lama, setiap muslim harus mulai menyantuni mereka. 

Penjelasan

  • Maulana telah berkata dalam suhbah-suhbah terdahulu, bahwa kejatuhan pemerintahan, disebabkan karena mereka tidak memperhatikan kaum miskin. Mereka memperkaya diri sendiri, dan membiarkan masyarakatnya kelaparan, dan hal ini selalu menjadi titik balik dimulainya pemberontakan. 

  • Ada banyak cara untuk membantu kaum miskin. Salah satunya dengan memberi mereka makanan melalui dapur makanan, dan menyediakan beberapa kebutuhan pokok mereka. Tetapi proyek jangka panjang, yang membantu mereka dengan proyek yang dapat menopang mereka melalui pembiayaan mikro, jauh lebih baik. Perkembangan infrastruktur seperti pengolahan air bersih dan penyediaan listrik, seringkali dapat merubah sebuah lingkungan masyarakat. Maulana telah lama memberikan pembiayaan pembuatan sumur di Afrika. Memberikan dorongan kepada guru untuk bekerja di sekolah-sekolah lokal merupakan cara yang bagus untuk menaikkan tingkat pendidikan serta menanamkan keteerampilan di tempat kerja. 

  • Kami memulai sebuah proyek di sebuah desa di Kamboja (desa Cham), pengenalan sederhana mengenai generator memungkinkan masjid dan sekolah untuk dapat dibuka di malam hari, dengan demikian kelas-kelas agama dapat dibuka setelah sholat Isya. Dengan membantu pendapatan seorang guru Bahasa Inggris, kita dapat memperkenalkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran di sekolah, dan mulai menebarkan bibit lingkungan kerja terpelajar dan dan dapat dikerjakan. 

  • Dengan demikian, banyak cara untuk membantu kaum miskin, lebih baik mengerjakannya sendiri, dan tidak langsung mempercayai dengan apa yang disebut organisasi non-profit untuk melakukannya. Kita akan merasa senang untuk berbagi pengalaman, jika kamu berkenan turut serta dalam proyek serupa, sebagaimana tipe proyek yang telah kami lakukan di Indonesia dan Pakistan mulai dari tahun 1990an, dan baru-baru ini di tahun 2009 di Afrika (Sierra Leone) dan Srilanka (2010). Dengan ijin dan barokah Maulana, kami berniat untuk melakukannya lebih banyak di tahun ini! 

     

Bab 6 – Kegiatan Rohani

Layanan

  • Bagi kelompoh Naqshbandi di negara-negara yang belum memiliki Dergah/Zawiyah, dan ingin mendapatkan pengikut lebih banyak, mereka harus menyewa Balai Dean selama dua jam per minggu, dan umumkan bahwa ini adalah Pusat Kerohanian atau Pusat Penyembuhan. Sediakan minuman gratis (kopi, teh) kepada para peserta, dan buka sebuah sessi kepada siapapun yang memiliki pertanyaan yang berkaitan dengan kerohanian, sessi ini harus terbuka agar orang dapat mengikutinya dan memberikan pertanyaan dengan bebas, sehingga mereka bisa mendapatkan pemahaman akan arti keberadaannya. 

  • Kemudian salah seorang tamu berkata kepada Maulana, “Maulana, akhirnya anda datang juga (ke pertemuan rohani ini), insyaAllah. Anda datang, insyaallah, sepanjang waktu denganku. Bersamaku sepanjang waktu.” Maulana membalas, “Jika kamu menghubungiku, Aku akan datang.” 

Penjelasan

  • Pada suhbah terdahulu Maulana berkata, “Semua murid yang tidak dapat mendatangiku, akan aku datangi.” 

  • Dalam Haqiqatul Haqqani, Maulana berkata “Aku diperintahkan untuk menjelaskankepadamu, bahwa setiap saat ketika seseorang kehilangan kendali atas dirinya sendiri, atau berada dalam keadaan sulit, mereka dapat segera berhubungan dengan hatiku. Jika mereka memikirkanku saja, mereka akan membuat hubungan (kontak) denganku dengan segera. Mereka hanya perlu mengingatku, dan hal itu akan membuatku memperhatikannya. Hubungan itu akan membuat sebuah kekuatan yang mendekatimu, dan kamu akan terlindungi untuk tidak terjerumus ke dalam keadaan yang berbahaya. Itu bukanlah Kekuatan Rohaniku, tapi aku terhubung dengan sebuah rantai, rantai yang juga terhubung dengan Tuhan kita melalui para malaikat. Akulah bagian terakhir dari rantai yang menjangkaumu. Rantai ini seperti sebuah colokan agar kamu dapat tersambung dengan listrik.” 

  • Dan, di dalam kitab yang sama, juga tertulis, “Jika suatu saat seorang murid menghubungi Sheikh Nazim, dan berkata, “Madad, Ya Sayyidi”, Maulana akan segera mengirimkan Penglihatan Ilahi ke dalam hatinya, dan hati murid tersebut akan diberikan cahaya Ilahi.” Kamu harus mempercayainya! 

Bab 7 – Jangan Keluar

Malam

  • Maulana menasihati para tamu untuk selalu mengikuti jalan Nabi (saw), agar selalu aman di mana pun juga. Kemudian dia mengingatkan mereka untuk menjaga anak-anaknya di rumah pada saat maghrib, karena itulah saatnya setan menyerang manusia secara penuh; setan mengetahui bahwa kita telah dekat dengan Hari Kebangkitan dan mereka ingin menjerumuskan manusia sebanyak mungkin kedalam Api Neraka, dengan cara membawa manusia menjauhi Jalan yang Lurus. 

  • Setan lebih aktif di malam hari, karenanya Rasulullah (saw) meninggalkan wasiyat (nasihat) ini kepada umat, ““Jika malam tiba (maghrib), jaga agar anakmu tetap di dalam rumah, karena setan telah keluar dan keluar pada saat ini.” 

Penjelasan

  • Maulana mengatakan mengenai hal ini dalam dua suhbah sebelumnya, yaitu pada suhbah tanggal 7 April dan 11 April

  • Setan mengetahui bahwa anak-anak mudah terpengaruh dan mudah tertipu. Mereka berada dalam masa terpenting di dalam hidupnya, dan dipenuhi dengan hasrat dan nafsu – sehingga mereka mudah dipengaruhi dan direnggut. 

Bab 8 – Hindari kota besar

  • Maulana berkata bahwa akan sangat berbahaya jika tetap tinggal di kota besar.Para tamu disarankan untuk pindah ke perkampungan kecil demi keamanan mereka. Bencana besar akan lebih dulu melanda kota-kota besar, di sana akan ada banyak kematian dan kerusakan besar. Maulana mengingatkan mereka untuk selalu berdoa untuknya dan selalu mengikuti Jalan Nabi. 

Penjelasan

Bab 9 – Ajari anakmu keterampilan praktis


  • Maulana menyarankan para tamu untuk mengajarkan anak-anaknya keterampilan praktis, keterampilan yang dapat membantu mereka menafkahi keluarganya nanti, misalnya menjadi tukang kayu. Begitu banyak universitas yang menjejali lulusannya dengan pengetahuan tertulis, dan para lulusan yang malang ini sulit mendapatkan pekerjaan pada jaman ini. 

  • Jadi, dapatkan keterampilan praktis seperti bekerja dengan menggunakan tangan sendiri, bukan melalui pengetahuan teoritis tertulis saja, yang tidak memiliki aplikasi aktual di dunia nyata. Ijazah merupakan selembar kertas yang tidak berharga jika tidak dapat menjamin mendapatkan pekerjaan. Latih anak-anak semenjak usia belia sampai dia memiliki keterampilan praktis; dengan demikian mereka tidak akan pernah kelaparan, mereka akan selalu dibutuhkan di lingkungan masyarakat. 

Penjelasan

  • Lagi-lagi, hal ini telah dibahas secara mendalam oleh Maulana di sebuah Suhbah terdahulu.

Bab 10 – Nikahkan anakmu!

  • Maulana mengatakan bahwa ini merupakan sebuah Wasiyat (nasihat) yang ditujukan kepada para tamu, dimana mereka harus menikahkan anak-anak mereka jika telah dewasa, karena itulah waktu dan umur terburuk bagi anak-anak mereka untuk tetap melajang. 

  • Setan merekrut ratusan dan ribuan wanita, yang kemudian bekerja untuknya, untuk menggoda kaum pria dan menjerumuskan mereka ke dalam perbuatan zina. Setan memanfaatkan mereka untuk menghancurkan kaum pria. Maulana mengingatkan mereka untuk terus mencoba menjalani hidup yang tidak membahayakan orang lain. 

Penjelasan

  • Percampuran bebas akan menuntun terjadinya pelecehan seksual, dan merupakan senjata pamungkas setan di saat sekarang ini. Berkaitan dengan kebebasan ekstrim di masyarakat pada saat ini, maka perilaku bebas menuju ke arah tersebut, dan kaum pria serta kaum wanita saling merusak moral dan harga diri masing-masing ketika mereka menikmati hubungan di luar pernikahan. Kemudian, hal ini Again, this matter has been extensively dealt with in an earlier Suhbah

Bab 11 – Praktek sehari-hari di dalam kelurga

  • Maulana menyarankan agar mengucapkan “Robbunallah, Hasbunallah, dan Dia akan melindungimu.” 

  • Karena anak-anak kecil tidak diharuskan pergi ke masjid, dan mereka disarankan untuk sholat setidaknya sebanyak dua rokaat setiap hari di rumah. 

Bab 12 – Tentang Wanita

  • Maulana menyarankan para tamu untuk tidak meninggalkan istri dan anak-anak wanita mereka di rumah, tanpa ada anggota keluarga pria yang dapat menemaninya. Berbahaya jika melakukannya! 

  • Kaum wanita lebih baik berada di dalam rumah, kecuali jika dia bekerja. Jika mereka tidak memerlukan apapun dari luar rumah, misalnya bahan makanan, lebih baik para pria melakukannya atas nama mereka. Maulana berkata, “Jika kamu membiarkan mereka keluar, mereka mungkin tidak dapat pulang dengan selamat.” 

  • Sebagai seorang kepala rumah tangga, kaum pria harus selalu mengetahui kemana tujuan anggota keluarganya, ketika mereka meninggalkan rumah, karena saat ini merupakan jaman yang penuh ketidakpastian. 

     

Bab 13 – Dirikan Baitul Mal di dalam masyarakat

  • Hal ini seperti Dana Masyarakat, dimana anggotanya dapat meminjam dana dan tidak dikenai bunga. Ini merupakan sebuah Persatuan Islam, dan seluruh anggotanya harus memberikan kontribusi masing-masing tergantung dengan kemampuannya. Setiap rumah tangga Muslim harus memiliki sebuah ‘kotak sumbangan rumah’ dan setiap anggotanya memasukkan sumbangannya setiap hari ke dalam kotak itu, dan seminggu sekali isi kotak itu dikosongkan dan dikirim ke Baitul Mal. 

  • Ketika jumlahnya semakin meningkat, Allah akan memberikan barokah padanya, dan hal ini merupakan tabungan masyarakat yang diberkati. Sumbangan dapat digunakan semuanya sebagain bantuan, atau dipinjamkan tanpa bunga, untuk membeli bahan pokok, seperti apa yang kita lihat dalam proyek pembiayaan mikro yang telah membantu membangun kebebasan finansial para pengusaha kecil. 

Penjelasan

  • Jika diterjemahkan secara harfiah, Baitul Mal berarti Lembaga Keuangan. Dalam kenyataannya, lembaga ini seperti rekening tabungan masyarakat yang terpusat, dimana semua anggota masyarakat memberikan kontribusi berdasarkan kemampuan mereka, dan digunakan sebagai jaring pengaman untuk membantu anggota masyarakat yang kurang mampu. 

  • Mungkin ada anggota masyarakat yang menderita sakit atau pengangguran atau tertimpa beban lainnya, sehingga sumbangan dan pinjaman bebas bunga dapat dikeluarkan dari dana tersebut untuk membantu semua pihak yang membutuhkannya. Hal ini mirip dengan Pola Kesejahteraan Sosial, tetapi tidak diarahkan untuk dapat dirusak atau disalahgunakan seperti apa yang kita lihat saat ini di negara-negara Barat. 

Al-Fatihah


Suhbah selama 22 menit dalam Bahasa Inggris ini, dapat disaksikan di www.Saltanat.org, klik disini untuk menyaksikannya sekarang. Saltanat TV adalah laman web resmi Maulana Sheikh Nazim dan telah disetujui dan diijinkan oleh Beliau sendiri.


This entry was posted in 2011, April, Suhbah and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.