Jangan takut, Allah bersama kita

This post is also available in: English, Portuguese (Brazil), Urdu

Suhbah Jumaat Maulana Sheikh Nazim

Jangan takut, Allah bersama kita

6th April 2011

A’uzubillah himinash shaitan nirrajeem

Bismillah-hir Rahman-nir Raheem

Assalamu’alaikum wrh wbkt

  • Maulana berkata bahwa mulai sekarang, seluruh kelompok penentang Islam akan dihancurkan, hanya mereka yang benarlah yang akan berjaya, karena dukungan dan kekuasaan Ilahi hanya diberikan pada semua yang memegang teguh kebenaran – lainnya akan musnah. Barang siapa yang tersesat hanya memiliki sedikit waktu untuk bertobat dan kembali taat sebelum terjadi ‘pembersihan’, ‘pembersihan’ yang akan menghancurkan mereka. Meski Allah mengizinkan, sebagai hukuman, sesosok jin dapat mendatangkan malapetaka dalam kehidupan seseorang, yang akan membuatnya gila, jadi hukuman spiritual dan fisik macam apa yang akan diturunkan pada orang tersebut?
  • Semua musuh Islam yang tersembunyi maupun terang-terangan, yang meyakini bahwa mereka dapat menghancurkan agama ini, akan menderita seperti Raja Abrahah, yang pernah bermaksud menghancurkan Ka’bah. Pada akhirnya kebenaran akan terungkap, mesti terlihat kejahatan telah berkuasa untuk sementara waktu. Rencana Allah tak bisa digagalkan-pelajari bagaimana kaum kafir berencana dan merancang permusuhan terhadap setiap utusan Allah, tak ada yang berhasil.
  • Salah satu pertanda nyata kemunculan Imam Mahdi (AS) adalah terjadinya kekacauan dan konflik besar di semenanjung Arab. Beberapa saat sebelum kehadiran beliau, akan muncul perang besar di kawasan tersebut. Maulana berharap Imam Mahdi akan muncul tahun ini, karena tahun ini wuquf di Arafah jatuh pada hari Jum’at, menjadikannya Haji Akbar, dan sudah tertulis bahwa penyelamat kita yang diberkati tersebut akan muncul pada tahun itu.
  • Saat ditanya mengapa Perdana Menteri Turki tidak menawarkan campur tangan militer di Libya, karena Turki punya tentara yang hebat, lebih dari cukup untuk mengakhiri jalan buntu dalam sehari, Maulana menjawab,”Perdana Menteri Turki Recep Tayyio Erdogan di bawah kendali tentara. Tentara melarang dia untuk ikut campur tangan di Libya, karena begitu Khadafi jatuh, raja Libya yang sah, Raja Sanusi akan naik tahta. Ini akan menjadi pertanda buruk bagi Timur Tengah bagi siapa saja yang bermaksud mencegah kembalinya Raja yang akan memerintah dengan syariah, dan tentara khawatir bahwa hal ini akan memicu rakyat Turki untuk menuntut kembalinya raja mereka yang sah, karena rakyat Turki tidak puas dengan pemerintahan sekarang dan semakin banyak dari mereka yang menuntut kembalinya Raja. Tertulis dalam naskah tradisional, bahwa Imam Mahdi akan pergi ke Turki untuk mengambil barang-barang peninggalan Rasulullah dan beliau akan menerimanya dari Sultan Salim dari Turki. Jadi kembalinya Raja Tripoli akan menjadi pertanda kembalinya syariah di kerajaan itu.”
  • Lihatkan keingkaran yang telah menyelimuti kita saat ini – seluruh negara Arab, penduduk dan pemimpinnya – menbangkang terhadap syariah Allah, padahal mereka menyebut diri mereka orang beriman. Kita tidak sedang membicarakan tentang orang kafir yang menolak syariah, kita sedang menyaksikan orang beriman yang melakukan itu sekarang. Allah menyatakan bahwa setiap muslim yang menolak syariah adalah kafir!

إِنَّآ أَنزَلۡنَا ٱلتَّوۡرَٮٰةَ فِيہَا هُدً۬ى وَنُورٌ۬‌ۚ يَحۡكُمُ بِہَا ٱلنَّبِيُّونَ ٱلَّذِينَ أَسۡلَمُواْ لِلَّذِينَ هَادُواْ وَٱلرَّبَّـٰنِيُّونَ وَٱلۡأَحۡبَارُ بِمَا ٱسۡتُحۡفِظُواْ مِن كِتَـٰبِ ٱللَّهِ وَڪَانُواْ عَلَيۡهِ شُہَدَآءَ‌ۚ فَلَا تَخۡشَوُاْ ٱلنَّاسَ وَٱخۡشَوۡنِ وَلَا تَشۡتَرُواْ بِـَٔايَـٰتِى ثَمَنً۬ا قَلِيلاً۬‌ۚ وَمَن لَّمۡ يَحۡكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡكَـٰفِرُونَ

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (Surah Al-Ma'idah 5:44)

Allah berfirman dalam ayat di atas, barang siapa yang tidak memakai hukum Al Quran adalah kafir, rusak dan penindas, dan Allah akan memenggal mereka, kata Maulana.

  • Beginilah peperangan akhir masa akan dihamparkan, Akan datang sekelompok tentara dari Bangsa Kuning (Banu Asfar) ke Lembah Amuqa di Timur Tengah, untuk memerangi tentara Muslim yang akan berkumpul di Damaskus, segerombolan tentara yang terdiri dari 80 kelompok bakal memenuhi kota. Divisi pertama dari tentara ini akan menjadi syahid, mereka adalah syuhada terbaik. Kelompok kedua tidak akan sanggup berperang dan mereka akan mundur. Divisi terakhir akan tetap berperang dan merekalah yang akhirnya menang, mereka akan menghancurkan tentara musuh dan memukul mundur hingga Istambul. Bantuan Imam Mahdi (AS) akan selalu bersama divisi yang ketiga ini, meski secara fisik, Imam Mahdi akan berada di Istanbul. (Maulana berkata pada Suhbah 20 Ramadhan 1426, Ahad 23 Oktober 2005 di Lefke, bahwa ketika Imam Mahdi (AS) dan Nabi Isya (AS) datang, sepertiga dari pengikut Maulana akan meninggal, sepertiga akan meninggalkan (mengkhianati) beliau, dan sepertiga lainnya tetap mengikuti beliau).
  • Jangan takut pada musuh, apapun yang mereka lakukan, karena para penentang itu tidak didukung oleh Tuhan. Bahkan meski hanya sekelompok kecil 12.000 orang beriman, takkan bisa dikalahkan, mereka akan menaklukkan dunia dan berjaya. Ketika Nabi (SAW) berada di gua Tsur dengan Sayyidina Abu Bakar Siddiq (ra), Allah menurunkan ayat ini:

إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدۡ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذۡ أَخۡرَجَهُ ٱلَّذِينَ ڪَفَرُواْ ثَانِىَ ٱثۡنَيۡنِ إِذۡ هُمَا فِى ٱلۡغَارِ إِذۡ يَقُولُ لِصَـٰحِبِهِۦ لَا تَحۡزَنۡ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَا‌ۖ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَڪِينَتَهُ ۥ عَلَيۡهِ وَأَيَّدَهُ ۥ بِجُنُودٍ۬ لَّمۡ تَرَوۡهَا وَجَعَلَ ڪَلِمَةَ ٱلَّذِينَ ڪَفَرُواْ ٱلسُّفۡلَىٰ‌ۗ وَڪَلِمَةُ ٱللَّهِ هِىَ ٱلۡعُلۡيَا‌ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Surah At-Taubah 9:40)

  • Ayat ini menyatakan: ‘Allah beserta kita’- Allah bersama Rasulullah (SAW) dan Allah bersama Siddiq (RA). Seluruh dunia menentang keduanya – Yahudi, Kristen dan orang-orang Arab-semua menantang mereka, namun Rasulullah (SAW) tetap berkata pada sahabat,”Jangan takut!” mengapa kita harus hidup dengan ketakutan sedangkan Allah beserta kita! Biarkanlah mereka-mereka yang palsu (seperti Shiah) berdiri di medan perang, mereka takkan mendapati satu malaikat pun yang mendukung mereka.
  • Maulana lalu membuka rahasia ayat berikut, pengungkapan yang akan memberikan harapan pada kita di masa-masa gelap ini:

وَلَقَدۡ نَصَرَكُمُ ٱللَّهُ بِبَدۡرٍ۬ وَأَنتُمۡ أَذِلَّةٌ۬‌ۖ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ. إِذۡ تَقُولُ لِلۡمُؤۡمِنِينَ أَلَن يَكۡفِيَكُمۡ أَن يُمِدَّكُمۡ رَبُّكُم بِثَلَـٰثَةِ ءَالَـٰفٍ۬ مِّنَ ٱلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةِ مُنزَلِينَ.  بَلَىٰٓ‌ۚ إِن تَصۡبِرُواْ وَتَتَّقُواْ وَيَأۡتُوكُم مِّن فَوۡرِهِمۡ هَـٰذَا يُمۡدِدۡكُمۡ رَبُّكُم بِخَمۡسَةِ ءَالَـٰفٍ۬ مِّنَ ٱلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةِ مُسَوِّمِينَ

Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar [224], padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah [225]. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. 124. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mu’min: “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?” 125. Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda. (Surah Ali-Imran 3:123-125)

Allah telah mengirim 3000 malaikat bersurban yang disebut musawwimin pada ayat di atas, untuk menolong orang beriman yang kalah jumlah dalam perang Badar, dan Allah berfirman,”Jika engkau bersabar, aku akan mengirim lagi 5000 malaikat bersurban untuk menolongmu.” Maulana berkata bahwa Allah telah mengirim 5000 malaikat dan mereka siap turun menolong orang-orang beriman yang sabar pada saat diperlukan ketika Iamul Asr Shohibul Zaman (AS) berada di tengah-tengah kita.

  • Kebenaran harus menjadi poin tertinggi dalam setiap perjuanga. Tak peduli berapa banyak negeri yang bersatu untuk membantu satu sama lain mempertahankan regim setan mereka, mereka tidak akan pernah sukses, kecuali mereka didukung oleh syariah yang suci, karena hanya pada saat itulah masyarakat akan mendapatkan keberuntungan.
  • Dunia ini tidak lagi bisa mendukung lebih lama pada ketidakadilan dan kekejaman seperti yang kita saksikan sekarang, jadi Maulana berharap bahwa Imam Mahdi (AS) akan muncul tahun ini. Haji Akbar berikutnya masih 7 tahun lagi. Dunia takkan bisa menunggu 7 tahun. Sekarang buah sudah matang dan siap dipetik.
  • Ini adalah inspirasi dan instruksi dari Naqsabandi Golden Chain, dan pesan-pesan ini disampaikan kepada orang-orang beriman sehingga mereka tidak akan merasakan dicabut dari kasih Allah dan Nabi Nya (SAW), sehingga orang-orang akan tahu mereka tidak terputus dari karunia Tuhan.
  • Sebagai contoh dari inspirasi penuh kasih ini benar-benar ditujukan untuk membantu kaum beriman, Maulana memerintahkan seluruh murid menyalin sebuah qasidah yang disebut Qul Ya Azim dan membacanya, sebagai persiapan dari tsunami besar yang akan menyerang kita. Bacalah intruksi Qasidah/Doa ini di sini.

Ini adalah gua Tsur, dimana ayat 'Jangan takut, Allah beserta kita' diturunkan pada Nabi (saw) dan Sahabatnya, Abu Bakar Siddiq (ra)

 

Penjelasan

  • Raja Kristen, Abrahah ingin menghancurkan Ka’bah dan dia mengerahkan tentara bergajahnya dari Yaman. Tak seorangpun yang berani menghalanginya, bahkan, tak seorangpun mempertahankan Ka’bah. Para penduduk sekitar Ka’bah mundur dan bersembunyi di bukit-bukit sekitar untuk menyaksikan Abrahah dari kejauhan. Sebelum menyerang, sang raja berbicara dengan Abdul Muthalib, kakek Sayyidina Muhammad (SAW) dan bertanya apakah dia mempunyai permintaan terakhir. Abdul Muthallib meminta 200 unta yang dirampas tentara Abrahah dikembalikan kepadanya. Abraha terheran-heran karena Abdul Muthalib hanya memperhatikan untanya saja dan tidak peduli dengan Ka’bah! Ketika ditanya, Abdul Muthalib menjawab,”Rumah (Ka’bah) ini bukan punyaku. Dia punya Pemilik dan Dia tahu dengan pasti bagaimana menjaga dan mempertahankannya. Dia tidak perlu dilindungi, jika Dia mau, Dia akan menyelamatkannya, jika Dia mau, Dia akan membiarkannya hancur. Itu bukan urusan saya. Yang saya perlukan adalah unta saya, itu adalah hak saya, jadi tolong dikembalikan.”
  • Sekarang ini ada orang-orang yang seperti Abrahah, ingin menghancurkan Islam. Dengan memanipulasi media, merusak pikiran masyarakat, terutama kaum muda, mereka berharap dapat menyebarkan sekularisme dan kelalaian di tengah-tengah masyarakat Muslim. Mereka bekerja dibawah tanah, sangat halus dan terencana hingga kita tak merasa sedang dikerjai. Begitu banyak kartun, buku-buku anak, pertunjukan TV, film, lagu, artikel-artikel koran, yang bernilai permisif, tak bermoral, dan tak ber-Tuhan, yang disebarkan oleh mereka. Sama seperti Abraha yang merasa tak terkalahkan dengan tentara bergajahnya, sekarang, musuh-musuh Islam merasa tidak dapat dihentikan, karena mereka memiliki cukup kekuatan- mereka punya uang, tentara, pemerintah, senjata, dan teknolgi terkini untuk memata-matai pada sesiapa yang ingin mereka hancurkan. Mereka mengendalikan media dan politisi, dan bersama gajah-gajah besar, mereka mati demi kemenangan semu sama seperti Abrahah. Mereka tak bisa melihat kekakalahan yang mengejutkan dan menghinakan yang ada di depan mereka, ketika mereka bergerak menuju kematian. Allah menghancurkan tentara Abraha dengan cara yang paling menyakitkan dan pedih, hanya dengan menggunakan burung kecil yang tak ada apa-apanya dibanding gajah yang perkasa.
  • Allah berfirman dalam Surah Al-Asr

وَٱلۡعَصۡرِ. إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ لَفِى خُسۡرٍ. إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ

1. Demi masa 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, 3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Surah Al-Asr 103:1-3)

Ini menakjubkan bahwa Maulana berbicara tentang orang beriman yang berada dalam kebenaran dan sabar, karena ayat di atas menyatakan selain dua kelompok ini, yang lain akan merugi. Cara Naqsabandi juga diketahui sebagai Cara Haqqani, dan ini ditujukan buat setiap murid agar selalu berada dalam Haqq, sebagaimana setiap orang Ahlul Sunnah wal Jamaah. Dan hanya yang bersabar yang akan mendapatkan pertolongan Malaikat, para Musawwimin. Jadi semua manusia berupaya untuk akhir yang sia-sia kecuali mereka yang berada dalam kebenaran, mereka yang bersabar dan memegang teguh Kebenarah Ilahi. Ketika Imamul Asr Sohibul Zaman (AS) muncul, dua kelompok ini yang disebutkan dalam Surah Al Asr, akan mendapatkan buah dari usaha keras mereka.

  • Dalam gua, Nabi (SAW) berkata pada sahabatnya bahwa ‘Allah beserta kita’. Maulana berkata bahwa Allah bersama Nabi (SAW) dan Allah bersama Siddiq (RA) dan kita diberkati karena bersama Siddiq versi zaman kita; kita bersama pewaris Nabi (SAW) dan pewaris dari rahasia hati Siddiq dari zaman kita, jadi mengapa kita harus takut pada orang lain, mengapa kita harus takut memegang teguh kebenaran (Haqq)? Kita harus selalu mengingatkan diri kita sendiri untuk tidak takut, karena Allah berserta kita, dan pertolongan Nya selalu dekat.

أَلَآ إِنَّ نَصۡرَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ۬

Sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat (Surah Al-Baqarah 2:214)

فَلَا تَخۡشَوُاْ ٱلنَّاسَ وَٱخۡشَوۡنِ

Karena itu janganlah takut pada manusia, takutlah pada Ku (Surah Al-Ma'idah 5:44)

Musawwimin sudah siap, mari kita menunggu dengan sabar.

(Berdoalah untuk kami dan maafkan kami untuk segala kekurangan dalam upaya kami menguraikan kata-kata Maulana, yang pada kenyataannya, adalah tugas yang mustahil. Jadi maafkan kami karena ketidakmampuan kami untuk menyampaikan dengan sempurna. Mudah-mudahan Allah mengampuni kita dan memberkatimu!)

 

Suhbah 22 menit dalam bahasa Arab in dapat dilihat di www.saltanat.org. Klik disini untuk menyaksikan Suhbah tersebut, pilih menu Marked Angel 06 April 2011. Ada tombol Subtitle di dekat kendali suara di bagian bawah layar yang dapat memilih 11 bahasa- Arab, Indonesia atau Melayu, Jerman, Inggris, Spanyol, Italia, Rusia, Mandarin, Belanda, Italia dan Turki. Klik tombol Audio untung tayangan dengan penerjemahan langsung ke berbagai bahasa. Bila tayangan tersebut tidak lagi ada di situ, silakan cari dalam arsip video di situs Saltanat TV.

Saltanat TV adalah situs resmi Maulana Syekh Nazim yang direstui oleh beliau secara pribadi.


This entry was posted in 2011, April, Suhbah. Bookmark the permalink.