Kembalilah ke Tanah Air Anda: 14 Desember 2010

This post is also available in: English, Spanish, Turkish

Penggalan-penggalan Nasihat Maulana Syekh Nazim

Kembalilah ke Tanah Air Anda

14 Desember 2010

A’uzubillah himinasy syaiton nirrojiim

Bismillah-hir Rohman-nir Rohiim

Assalamu’alaikum wrh wbkt

  • Syekh Abdul Hamid bertanya kepada Maulana, apa yang seharusnya kita lakukan untuk melindungi diri kita, anak-anak kita, keluarga-keluarga kita, dan orang-orang tercinta kita, kini di saat kita mendekati hari-hari terakhir di akhir zaman. Apa yang harus kita lakukan? Di mana kita harus berada? Bagaimana kita bersiap menghadapi peristiwa-peristiwa kekacauan yang akan tiba?
  • Maulana berkata bahwa, kita saat ini berada pada masa di mana Kutukan-kutukan tengah bergelayut dan akan turun menimpa kita, karena orang-orang Muslim tengah berlari dari Timur ke Barat, bukan untuk mencari pengetahuan, deen atau Mawla, namun untuk mencari dunia. Mereka bermigrasi ke negara-negara Barat dan bekerja di sana, mereka berusaha membuat negara-negara Barat tersebut sebagai Tanah Air mereka, namun hal itu tidaklah mungkin – Tanah Air adopsi mereka yang baru itu tidak pernah bisa menjadi seperti Tanah Air mereka yang asli. Tidak peduli berapa pun banyaknya orang Muslim yang membentuk Komunitas di Tanah Air mereka yang baru itu, mereka akan selalu menjadi minoritas, dan yang mayoritas akan selalu berupa orang-orang yang tidak beriman. Oleh karena itu tidaklah mungkin bagi para migran ini untuk berada dalam keadaan di mana terdapat persatuan dan penerimaan, karena tidak semua warganegara dari negara yang bersangkutan menyambut kehadiran para migran ini di negara mereka. Terdapat sebuah hubungan yang tidak nyaman dengan para penduduk warganegara setempat di sana, dan lebih dari 60 juta orang Muslim migran menghadapi keadaan yang tidak menyenangkan ini.
  • Kita tidak boleh memercayai cara-cara mereka yang tidak memiliki keyakinan yang sama dengan kita. Allah berkata:

وَلَا تُؤۡمِنُوٓاْ إِلَّا لِمَن تَبِعَ دِينَكُمۡ

Dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu. (Surah Ali-Imran 3:73)

 

  • Karena orang-orang yang tidak beriman tidak memercayai apa yang kita percayai, kita tidak boleh percaya kepada mereka sepenuhnya dan tanpa syarat. Jauh di dalam hati mereka, mereka selalu tidak senang dengan kita, karena keyakinan kita tidak bersesuaian dengan keyakinan mereka, dan kita selalu memegang teguh apa yang kita yakini, yang berlawanan dengan keyakinan mereka.
  • Jangan merasa sudah mantap di sana, meskipun Anda telah membangun ratusan masjid, perguruan tinggi dan lembaga di negara-negara Barat tersebut. Jangan merasa bahwa Anda telah mencapai suatu prestasi dengan membangun sebuah bisnis besar yang sukses di sana. Kekayaan tidak bisa melindungi keyakinan dan iman Anda. Tidak peduli apapun yang telah Anda bangun, Anda hanyalah sekedar warganegara migran, Anda bukan, dan tidak akan pernah diterima, sebagai pribumi warga asli negeri tersebut. Dalam satu malam, segala yang telah Anda dirikan dan bangun untuk diri Anda sendiri di sana, bisa dirampas. Oleh karena itu, jangan pernah merasa bahwa rumah dan bisnis Anda terlindungi atau aman.
  • Maka pesan ini adalah untuk orang-orang Arab, Pakistan, India dan Turki yang telah bermigrasi ke negara-negara Barat (seperti Inggris dan Perancis). Maulana berkata, ini bukanlah sekedar pesan, ini adalah peringatan. Anda tidak akan bisa tidur dengan aman di negeri-negeri semacam itu, karena Anda berada di antara orang-orang yang percaya bahwa Islam tidak benar, dan yang selalu berusaha untuk menghancurkan Islam, baik secara terbuka maupun secara tidak kentara. Anda berada di antara orang-orang yang tidak bisa Anda percayai bahwa mereka akan berlaku adil kepada Anda.
  • Rasulullah (saw) telah berbicara mengenai Perang Besar Armageddon yang kian mendekat, yang pasti akan terjadi tanpa ada keraguan mengenainya, dan yang akan merenggut jutaan nyawa manusia. Perang Besar ini akan menjadi perang paling mengerikan yang pernah terjadi di planet ini, yang setelahnya tidak akan pernah ada lagi perang dengan kedahsyatan semacam itu antar bangsa atau antar agama.
  • Jika Anda dapat menemukan cara untuk kembali ke Tanah Air Anda dengan keluarga Anda, Anda akan selamat dan aman, saat peristiwa yang mengerikan ini terjadi, karena Anda akan berada di antara sesama Muslim di negeri kelahiran Anda. Jangan tetap berdiam sebagai pengungsi di negara asing; justru, kembalilah pulang ke Tanah Air Anda, untuk mencari kedamaian dan ketentraman di antara orang-orang beriman. Bawalah kekayaan yang telah Anda kumpulkan sejauh ini, bawalah pulang kembali ke negara Anda sendiri, dan bangunlah bisnis-bisnis baru, kota-kota besar baru, kota-kota kecil baru dan pertanian/peternakan baru di sana. Memang benar, bahwa keuntungan dan kesempatan mendapatkan uang di Tanah Air barangkali tidak sebesar jika dibandingkan dengan apa yang bisa Anda peroleh di negara-negara Barat, namun Anda lebih aman di rumah Anda sendiri – baik untuk iman Anda maupun orang-orang yang Anda kasihi. Ini, Maulana berkata, adalah sebuah peringatan, untuk semua Muslim.
  • Maka mulailah ambil langkah-langkah bertahap untuk kembali ke Tanah Air Anda. Sebagian migran takut akan mengalami kemiskinan dan kelaparan, sekiranya mereka kembali ke negeri Tanah Air mereka yang terbelakang. Jangan takut, Maulana berkata, Penguasa Langit tidak akan membiarkan Anda mati kelaparan. Bukankah Ia yang telah memberi makan Anda dan memperkaya diri Anda saat Anda masih menjadi migran di negeri asing? Sudah pasti, Ia mampu memelihara dan menyediakan rizqi untuk Anda, saat Anda mematuhi-Nya dengan kembali ke negeri Tanah Air Anda!
  • Bagi mereka yang benar-benar tidak bisa mengindahkan nasihat ini untuk kembali ke Tanah Air mereka dikarenakan alasan-alasan yang sahih, Maulana berkata, setidaknya usahakan untuk menjauh dari kota-kota besar (di negeri tanah air Anda yang baru), dan berpindah ke pedesaan, karena bermukim di pedesaan jauh lebih aman daripada bermukim di perkotaan. Bentuklah komunitas-komunitas kecil di pedesaan yang terdiri dari tidak lebih dari seratus keluarga. Nikmatilah ruang alam pedesaan yang terbuka luas, tinggallah berjauhan dari satu sama lain, tidak berkumpul berdekatan bersama-sama. Jagalah hubungan baik dengan semua tetangga, baik mereka orang-orang beriman ataupun bukan orang-orang beriman, penduduk warganegara setempat maupun sesama migran. Jagalah agar rumah Anda tetap aman selama Anda tidur, Anda dapat menggunakan alarm atau anjing penjaga dalam hal ini. Penjagaan semacam ini akan memungkinkan Anda untuk tidur dengan nyenyak, dan untuk bersiap seandainya ada sebuah serangan mendadak.
  • Simpanlah persediaan bahan makanan atau benda-benda penting mendasar lainnya, secukupnya sehingga Anda dapat bertahan hidup selama setidaknya tiga bulan, tanpa harus menambah kembali persediaan tersebut dalam waktu tersebut. Anda harus sepenuhnya lepas dari kehidupan kota besar, artinya, simpanlah persediaan yang cukup sehingga Anda dapat bertahan hidup tanpa menginjakkan kaki ke kota selama setidaknya tiga bulan, sekiranya keadaan memburuk.
  • Di malam hari, jangan nyalakan lampu di rumah atau tempat kediaman Anda, biarkan keadaannya gelap secara alami. Dan bacalah Ayat-ayat Suci untuk mendapatkan perlindungan Surgawi.

Maulana berdoa agar Allah melindungi para hamba-Nya.

Al-Fatihah


Penjelasan

  • Sebuah Hadits mengatakan bahwa kecintaan akan Tanah Air adalah sebuah tanda keimanan. Berkenaan dengan Perang Besar yang semakin mendekat, Maulana menasihatkan kita agar kembali ke Tanah Air kita, atau, jika hal itu tidak mungkin, untuk pindah ke wilayah pedesaan, dan untuk, setiap saat, tetap waspada dan siaga. Meskipun orang-orang beriman yang sejati tidak pernah menjadi agresor, kita tidak mengetahui apa yang ada di dalam hati orang-orang yang tidak beriman.

وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَہُودُ وَلَا ٱلنَّصَـٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَہُمۡ‌ۗ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang kepada engkau (Wahai Muhammad) hingga engkau mengikuti agama mereka (Surah Al-Baqarah 2:120)

 

Suhbah berdurasi 21 menit dalam bahasa Inggris ini dapat ditonton hanya di www.Saltanat.org. Pilihlah dari menu di sebelah kanan, ‘Warning 14.Dec.2010′. Ada sebuah tombol CC di sebelah kendali Volume di bagian paling bawah layar untuk memilih teks terjemahan dalam delapan bahasa, pilihlah dari antara Bahasa Arab, Indonesia/Melayu, Jerman, Inggris, Spanyol, Italia, Rusia dan Turki. Tekan tombol AD di bagian pojok kanan atas di tampilan layar, untuk mendengarkan terjemahan langsung dalam bahasa Inggris. Selama Siaran Langsung Suhbah, tombol-tombol di bagian paling atas menyediakan Terjemahan Audio Langsung ke dalam berbagai bahasa lainnya juga. Sekiranya video tersebut tidak lagi terdapat di sana, silakan cari di dalam arsip video di situs Saltanat TV.
Saltanat TV adalah Situs Resmi Maulana Syaikh Nazim yang ditetapkan dan disetujui oleh Beliau secara langsung.
Sila daftarkan diri Anda sebagai anggota pada situs kami ini, sehingga kami dapat menginformasikan setiap postingan terbaru dalam situs ini kepada Anda melalui email. Anda juga dapat mengikuti kami di Twitter, dengan nama kami SufiHub. Jika Anda hendak menggunakan artikel-artikel dari situs ini, harap hubungi SufiHub untuk mendapatkan persetujuan terlebih dahulu. Ringkasan Suhbah yang akan di-posting ulang (setelah disetujui) harus dimuat secara penuh, dan sumber dari situs kami dituliskan. Sebagian atau keseluruhan dari setiap artikel pada situs ini tidak boleh digunakan untuk tujuan Komersil apapun atau digunakan tanpa ijin.
Semua Hak atas Kekayaan Intelektual dan Hak-Hak Terkait Lainnya Dilindungi.

This entry was posted in 2010, Disember, Suhbah and tagged , . Bookmark the permalink.